Lewati ke konten
PELUK IBURuang ibu dan keluarga
Masa Nifas

Mengenal Masa Nifas dan Kesehatan Mental Ibu

Panduan untuk mengenali perubahan tubuh dan emosi setelah melahirkan, serta dukungan yang dapat diberikan kepada Ibu.

4 menit membaca 8 bagian

Apakah masa nifas (postpartum) itu?#

Masa nifas adalah masa setelah Ibu melahirkan, yaitu selama 6 minggu atau sekitar 40 hari. Masa nifas sangat penting karena pada masa ini terjadi pembersihan rahim dan proses pemulihan alat-alat kandungan Ibu sehingga kembali seperti keadaan sebelum hamil.

Perubahan tubuh Ibu#

  • Pengecilan rahim: secara alami rahim Ibu akan mengecil perlahan-lahan ke bentuknya semula setelah 6 minggu, dan akan benar-benar kembali ke posisinya yang normal dengan berat 30 gram dalam waktu 3 bulan setelah masa nifas.
  • Kekentalan darah kembali normal: selama hamil, darah Ibu menjadi lebih encer karena cairan darah semakin banyak. Saat masa nifas, perlahan-lahan darah Ibu kembali mengental seperti sebelum hamil.
  • Produksi air susu: ASI diproduksi setelah melahirkan karena adanya hormon prolaktin dan oksitosin. Sebelumnya, di payudara Ibu telah terbentuk kolostrum yang sangat baik untuk bayi karena mengandung zat gizi dan antibodi.

Perubahan emosi dan perasaan Ibu#

Selain perubahan fisik, terjadi juga perubahan emosi dan perasaan. Pengalaman menjadi seorang ibu memang menyenangkan, tetapi penyesuaian dan tugas-tugas sebagai Ibu dapat memengaruhi kondisi Ibu. Karena itu, Ibu memerlukan dukungan keluarga terdekat, terutama suami dan orang tua.

Beberapa hal yang sering membuat Ibu merasa tertekan antara lain:

  • Rasa kecewa atau khawatir karena adanya perubahan peran.
  • Rasa sakit saat hamil maupun setelah melahirkan.
  • Kelelahan dan kurang istirahat karena harus mengurus bayi.
  • Kecemasan terhadap kemampuan merawat bayi.
  • Kekhawatiran terhadap perubahan penampilan.
  • Kondisi pernikahan yang tidak stabil.
  • Kondisi kelahiran bayi yang tidak sehat, mengalami disabilitas, atau meninggal.

Postpartum blues#

Postpartum blues atau kemurungan masa nifas biasanya terjadi pada hari kedua sampai dua minggu setelah melahirkan. Ibu dapat merasa sedih atau cemas tanpa sebab, menangis, tidak sabar, kurang percaya diri, sensitif, mudah tersinggung, atau merasa kurang menyayangi bayinya.

Kondisi ini dapat membaik dengan dukungan, perhatian, bantuan merawat bayi dan diri Ibu, serta kesempatan untuk beristirahat dengan cukup.

Depresi postpartum#

Depresi postpartum merupakan masalah psikologis yang lebih berat daripada postpartum blues. Kondisi ini dapat berlangsung 3-6 bulan, bahkan terjadi selama tahun pertama setelah melahirkan. Gejalanya dapat berupa kesulitan tidur, merasa lemah, kehilangan minat, gelisah atau murung, sedih, putus asa, sering menangis, makan sedikit, merasa tidak berharga, menarik diri, sulit berkonsentrasi, tidak menikmati hidup, atau memiliki pikiran untuk mencelakai diri sendiri maupun bayi.

Jika Ibu memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bayi, segera cari bantuan tenaga kesehatan dan jangan menghadapi situasi ini sendirian.

Yang dapat dilakukan Ibu#

  • Luangkan waktu untuk beristirahat. Saat bayi tidur, Ibu dapat ikut tidur atau meminta orang terdekat menjaga bayi.
  • Lakukan olahraga ringan agar tubuh tetap bugar dan bersemangat.
  • Berbagi cerita dengan suami atau orang terdekat ketika ada hal yang ingin diceritakan.
  • Bersikap fleksibel dan mengutamakan kenyamanan Ibu serta bayi.
  • Berkonsultasi dengan bidan atau tenaga kesehatan jika gejala sulit dihindari atau semakin berat.

Yang dapat dilakukan suami#

  • Mendampingi Ibu, menjadi pendengar yang baik, dan berusaha memahami kondisinya.
  • Membatasi kunjungan saat Ibu sangat kelelahan atau bayi sedang beristirahat.
  • Bergantian menjaga bayi agar Ibu dapat beristirahat atau merawat diri.
  • Bersikap setia dan penuh kasih sayang.
  • Membantu memenuhi kebutuhan Ibu dan bayi.

Yang dapat dilakukan keluarga terdekat#

  • Membantu mengurus kebutuhan bayi.
  • Mendukung cara Ibu merawat bayi selama tidak bertentangan dengan kesehatan dan keselamatan.
  • Membantu menyiapkan makanan, pakaian, dan kebutuhan lain.
  • Menjadi tempat yang aman bagi Ibu untuk berbagi cerita.